Dianne Mayberry, recearch officer dari Universitas Queensland Australia, membawakan workshop internasional seputar penulisan dan persiapan karya tulis untuk jurnal internasional, Sabtu (19/5). Workshop yang berlangsung sekitar 4 jam, dipenuhi oleh mayoritas doktoral, profesor dan magister. Ruang senat Untad kehabisan kursi, karena kebanjiran peserta.
Kegiatan ini merupakan program International Office (IO) yang dinahkodai Mery Napitupulu. Untuk pertama kali sejak berdirinya setahun lalu, IO menyelenggarakan workshop ini yang nantinya rutin dilaksanakan sekali per semester. Berdasarkan surat edaran dikti yang mensyaratkan mahasiswa S3 meraih gelar doktor harus lulus jurnal internasional, menjadikan IO sebagai salah satu fasilitatornya. “Ini adalah kali pertama IO menyelenggarakan workshop ini. Nantinya akan secara rutin dilaksanakan dua kali setahun” ungkap Mery saat ditemui di ruang senat.
Dalam presentasinya Mayberry mengatakan, salah satu kriteria karya tulis ilmiah yang diterima di jurnal internasional adalah tulisan yang singkat padat dan jelas. “Scientific writing should be clear, precise and brief” papar Mayberry didampingi oleh Marsetyo sebagai translator, yang juga sekretaris IO.
Dikatakan Mayberry, lulus dalam jurnal internasional bukanlah perkara mudah. Banyak tahap yang harus ditempuh. Seleksi yang ketat dan relevansi tulisan, menjadi pertimbangan serius. Hingga tak heran, banyak jurnal yang tak diterima atau mungkin diterima tapi menunggu dalam jangka waktu yang panjang. “Respon dari jurnal yang kita ajukan ada tiga. Diterima tanpa ada revisi, diterima dengan revisi dan ditolak” tutur Marsetyo menerjemahkan ucapan Mayberry. “Biasanya untuk publikasi memerlukan waktu dua tahun, tapi itu hal wajar” lanjut Marsetyo.
Berhubung pembicara kali ini, Dianne Mayberry berasal dari rumpun ilmu alam, khususnya animal science, Mery Napitupulu mengatakan rumpun ilmu sosial tak perlu khawatir. “Buat peserta yang dari rumpun ilmu sosial tak perlu khwatir, nantinya kita akan hadirkan speaker dari social science dalam workshop selanjutnya” ungkap Mery pada penutupan workshop.


