Universitas Tadulako

  • Skip to content
Home » Kegiatan » PUISI DAN DANGDUT ANDALAN SULTENG PADA PEKSIMINAS DI MATARAM
  • Hubungi Kami
  • Homesummary
  • Profil 
    • Visi dan Misi
    • Pimpinan Universitas
    • Fasilitas
      • Sarana Umum
      • Gedung
      • Fasilitas IT
      • Fasilitas Olahraga
  • Akademikoverview
  • Media Tadulako 
  • Renstra 

PUISI DAN DANGDUT ANDALAN SULTENG PADA PEKSIMINAS DI MATARAM

Kamis, 05 Juli 2012 02:58 administrator
Surel Cetak PDF

PUISI DAN DANGDUT ANDALAN

SULTENG PADA PEKSIMINAS DI MATARAM

Mataram,04 Juli 2012

Hingga hari kedua pelaksanaan Lomba Seni Mahasiswa pada Peksiminas (Pekan Seni Mahasiswa Nasional) XI di Mataram, Rabu (04/07), seluruh peserta dari Kontingen BPSMI Sulawesi Tengah masih eksis mengikuti semua tangkai seni yang dilombakan. Bahkan dari pantauan di beberapa tempat lomba, sebagian besar seniman Sulteng memperlihatkan penampilannya yang bernilai lebih dari peserta lainnya.

Salah satu penampilan seniman Sulteng yang sangat memukau penonton dan memperoleh pujian dari berbagai peserta/kontingen daerah lain, pada lomba Baca Puisi. Dua peserta Sulteng bernama Adha Junita dan Wahyuda, dinilai berpeluang besar hingga maju ke babak final nanti setelah melihat penampilan mereka yang selalu mendapatkan tepuk tangan meriah dari penonton.Satu puisi Wajib berjudul “Jembatan” dan puisi pilihan berjudul “Selamat Pagi Indonesia”, menjadi andalan kedua seniman mahasiswa Sulteng tersebut, yang selalu membuat penonton terkesima dan kagum atas hentakan gema-gema suara mereka.

Demikian pula pada tangkai seni Lagu Dangdut dan Musik Monolog. Kedua tangkai seni ini, menurut Humas Untad, juga sangat dikagumi penonton yang menyaksikan penampilan peserta dari BPSMI (Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia) Sulteng. Iis Tri Buana Putri dan Zulfikri (Dangdut) serta Rollies, Khusnul Khatimah, Meidya Anugrah, Moh. Zulfikar (Monolog), tampil dengan kualitas prima dalam pertunjukannya dihari kedua ini. Sehingga ketiga tangkai seni tersebut, menjadi andalan kontingen Sulteng untuk maju hingga pada babak final nanti. Bahkan beberapa peserta yakin akan memperoleh dan meraih juara diajang Peksiminas di Pulau Lombok ini.

Tangkai-tangkai seni lainnya, meskipun tidak terlalu menonjol, namun seluruhnya masih bersaing ketat untuk maju pada babak selanjutnya. Seperti tangkai seni Lagu Pop, Penulisan Cerpen, Komik Strip, Seni Lukis, Photografi, Desain Poster, Seriosa dan Vocal group, diharapkan paling tidak sebagian dapat mendulang prestasi.

Pembantu Rektor III Universitas Tadulako, Asmadi Weri,SH,MH selaku Ketua BPSMI Sulteng dan Penanggungjawab Kegiatan Peksiminas di Mataram, mengharapkan agar seluruh seniman yang terlibat pada ajang Peksiminas ini dapat menjaga nama baik institusi Perguruan Tinggi dan Daerah Sulawesi Tengah. Tentunya tetap pula berpenampilan terbaik dan maksimal, tanpa mengabaikan norma-norma dan etika dalam setiap kegiatan yang diikuti. Jadi kualitas dan etika tetap dikedepankan, pesan mantan Pembantu Dekan II Fakultas Hukum Untad ini kepada peserta Sulteng yang penuh antusias melihat beberapa penampilan mereka.

Pesan yang bermuatan nasihat dari PR III tersebut senada dengan himbauan yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh,DEA pada acara Pembukaan Peksiminas XI di Auditorium Yusuf Abubakar, Universitas Mataram Senin pagi (02/07). Menurut M. Nuh, kemampuan sentuhan seni dan budaya menjadikan mahasiswa bukan saja mengandalkan logika, sebab yang perlu kita bangun tidak hanya kekuatan logika tetapi harus bersentuhan dengan kemuliaan-kemuliaan etika. Itupun belum sempurna tanpa disentuh dengan kekayaan dan keindahan estetika. Sehingga dengan demikian dapat bermuara pada mahasiswa yang paripurna.

Muh. Nuh menjelaskan, membangun bangsa yang juga tugas para mahasiswa, bukanlah sekedar membangun gedung-gedung bertingkat tinggi dan luas, bukan sekedar membangun jalan-jalan yang besar, licin dan panjang, serta bukan membangun industri-industri yang sifatnya fiktif, akan tetapi diperlukan

upaya membangun manusia seutuhnya yang paripurna. Termasuk dari aspek seni dan budaya seperti yang dilakukan saat ini di kota produk Mutiara, Mataram. Karena kita menghendaki peradaban bangsa yang “modern”, dan peradaban tersebut kata kuncinya adalah logika, estetika, serta etika secara utuh.”Itulah mengapa Kemdikbud melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi selalu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya rutin, seperti Pomnas (Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional), Pimnas (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional), serta Peksiminas yang kita laksanakan saat ini. Ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya”, ujar Mendikbud.

  • Biro

  • BAUK
  • BAAK

  • UPT

  • TIK
  • Perpustakaan
  • Bahasa
  • Herbarium Celebense (CEB)
  • Natalita
  • Fakultas

  • Keguruan dan Ilmu Pendidikan
  • Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pertanian
  • Teknik
  • MIPA
  • Kehutanan
  • Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
  • Peternakan dan Perikanan
  • Pascasarjana

    Lembaga

  • Penelitian
  • LPPM
  • Quality Assurance Center (QAC)
  • International Office (IO)

  • Fasilitas

  • Siakad (internal)
  • E-Jurnal
  • Digital Library
  • Webmail
  • Blog Untad
  • Tadulako Storage
  • Forum Tadulako
  • Dosen

  • EPSBED/PDPT Dikti
  • Sertifikasi Dosen
  • Cek Usulan Pangkat / Pensiun
  • Hubungi Kami
Copyright © 2010 Universitas Tadulako - All rights reserved.